Aku
yakin kalian semua pernah bermimpi ingin menginjakan kaki ke luar negeri. Dan
aku pun demikian. Waktu aku kecil, aku ingin sekali ke luar negeri. Ingin
merasakan atmosphere kehidupan di sana, mencoba makanan khasnya, mengunjungi
tempat-tempat wisata, dan lain-lain. At least aku bisa berkunjung ke negara tetangga dulu, Singapore atau Malaysia. Who knows?? Terkadang aku mengkhayal
kalau seandainya saja sekarang ini aku ada di Singapore, apa yang akan aku
lakuin sekarang ya? Pasti aku udah foto mesra sama singa putih yang gagah
perkasa, Ikon negara Singapore yang terkenal sentero jagad. Sering aku ngobrol sama temen-temen kampus, yang ngakunya suka jalan-jalan, tentang mimpi kita ke luar negeri.
Tapi sayang temen-temen hanya omdo alias omong doang. Mereka ingin but no action. Aku mencoba mengajak mereka mewujudkan mimpi, salah satunya dengan membuat paspor terlebih dahulu, tapi mereka dengan entengnya bilang," nanti aja, buat
apa sih lo bikin paspor sekarang? bikin paspor pasti mahal. Lagian bisa nanti-nanti bikinnya. Lo
pikirin aja gimana caranya lulus kuliah cepet". Batinku langsung berontak,"Eh, lo pikir dengan gue gak bikin paspor, gue bisa cepet lulus gitu? Please deh, gue telat lulus karena emang tugas akhir gue terlalu susah buat gue selesain. Gak juga sih, emang dasar gue males aja kali ya". Ok, lupakan.
Sering pula aku menatap nanar website salah satu maskapai yang menampilkan iklan tiket promo ke luar negeri. Aku enggak bisa berbuat apa-apa. Secara pada saat itu aku belum punya paspor dan yang aku pikirkan adalah masalah budget. Aku mengira aku harus membawa duit segepok kalau aku mau plesiran ke luar negeri. Sumpah, aku buta sama hal-hal yang berhubungan dengan luar negeri. Kamseupay banget ya gue. Padahal waku itu believe or not Air Asia mengadakan promo Rp 0,- all destination. Oh my God, Gila ga tuh? Tapi kalian tau enggak sih, ternyata bisa saja loh beli tiketnya dulu dan paspornya bisa nyusul. Lagipula tiket promo yang ditawarkan biasanya untuk perjalanan beberapa bulan kemudian. So, It’s okay kalau kita belum punya paspor. Yang penting ketika kita akan berangkat paspor sudah ditangan. Aku memang kurang giat mencari informasi tentang hal ini. Sudahlah.
Sering pula aku menatap nanar website salah satu maskapai yang menampilkan iklan tiket promo ke luar negeri. Aku enggak bisa berbuat apa-apa. Secara pada saat itu aku belum punya paspor dan yang aku pikirkan adalah masalah budget. Aku mengira aku harus membawa duit segepok kalau aku mau plesiran ke luar negeri. Sumpah, aku buta sama hal-hal yang berhubungan dengan luar negeri. Kamseupay banget ya gue. Padahal waku itu believe or not Air Asia mengadakan promo Rp 0,- all destination. Oh my God, Gila ga tuh? Tapi kalian tau enggak sih, ternyata bisa saja loh beli tiketnya dulu dan paspornya bisa nyusul. Lagipula tiket promo yang ditawarkan biasanya untuk perjalanan beberapa bulan kemudian. So, It’s okay kalau kita belum punya paspor. Yang penting ketika kita akan berangkat paspor sudah ditangan. Aku memang kurang giat mencari informasi tentang hal ini. Sudahlah.
Nah, karena aku ini salah satu orang yang suka nekat. Akhirnya, bulan November 2011 pergilah aku ke imigrasi bikin paspor. Setelah 10 hari menunggu dengan 3 kali bolak-balik ke kantor imigrasi, paspor hijau pun jadi juga. Ini karena aku yang norak atau apa sih. Tapi percaya enggak percaya, rasanya setelah bikin paspor itu senengnya luar biasa. Tujuh hari tujuh malam enggak bisa tidur (Ok, yang ini lebay). Tapi serius enggak pake sambel eh enggak pake bohong maksudnya, seneng banget. Padahal aku belum tau mau pergi kemana. Yang penting bikin dulu dah. (baca: http://backpackeriang.blogspot.com/2012/08/cara-mengurus-paspor-di-bandung.html )
Sampai suatu hari, tak lama setelah memiliki paspor, Tuhan menjatuhkan mimpi yang sempat kutitipkan ke angkasa. Traveling Abroad. Awalnya hendak mengunjungi Negeri Singa saja. Namun, mbak Claudia Kaunang dengan bukunya yang berjudul 'Rp 2 juta Keliling Thailand, Malaysia, Singapore' cukup memprovokasiku untuk tidak sekedar menginjakan kaki di Singapore. Tapi, Thailand dan Malaysia juga.
Rp 2 juta Keliling Thailand, Malaysia, & Singapura
Hayooo...siapa yang enggak ngiler pengen jalan-jalan? Dengan Rp 2 juta saja sudah bisa melihat 3 negara. Pasti kalian yang belum tahu buku ini enggak percaya begitu saja. Pasti kalian bertanya-tanya masa sih 3 negara cuma Rp 2 juta?!!! Awalnya, aku juga enggak percaya. Karena yang aku tahu ke Singapore saja seenggaknya bawa uang Rp 1 juta, terus 2 negara yang lain? Kemudian aku memberli bukunya dan kalian tahu apa. Aku tertarik dan penasaran untuk mencoba. Mumpung sudah punya paspor, langsung saja aku cari-cari tiket promo dan kebetulan dapat travelmates yang ingin kesana juga. Dengan kesepakatan bersama, kami menentukan tanggal berangkat tanggal 1 Maret 2012 dan pulang 11 Maret 2012. Jadi, kami membeli tiket 3 bulan sebelum keberangkata. Oh iya, Rp 2 juta ini diluar tiket pesawat ya :)
Meskipun dengan panduan buku tersebut dan beberapa sumber lain, tapi aku dan 2 orang travelmates-ku melalui rute berbeda dengan Mbak CK a.k.a Claudia Kaunang. Kalau Mbak CK dengan rute Jakarta-Bangkok dan Singapura-Jakarta. Sedangkan kami justru sebaliknya. Jakarta-Singapura dan Bangkok-Jakarta. Do you know why? Karena pada saat kami membeli tiket, tiket murah yang kami dapat adalah dengan rute seperti itu untuk bulan Maret 2012. Jakarta-Singapura via Tiger Airways Rp 250.000,- dan Bangkok-Jakarta via Air Asia Rp 699.000,- (yang ini lumayan mahal), jadi total tiket PP Rp 250.000,- + Rp 699.000,- = Rp 949.000,- Nah, selain itu kami juga membeli tiket Phuket-Bangkok via Air Asia Rp 300.000,- lumayan murah sih menurutku. Tapi, memang lebih murah naik bus. Hanya saja kami tak ingin berada selama 12 jam di bus. Karena lama perjalanan Phuket ke Bangkok sekitar 12 jam, sedangkan dengan pesawat hanya 1,5 jam (ya iyalah, naik pesawat). Well, total tiket pesawat Rp 250.000,- + Rp 699.000 + Rp 300.000,- = Rp 1.249.000,-
Padahal berangkat 3 bulan kemudian, tapi selama 3 bulan itu juga aku merasa sangat excited. Selain membuat itinerary, aku juga harus meyelesaikan tugas akhirku. Pokoknya aku usahain gimana caranya aku bisa sidang di bulan Januari. Kalau tidak, bisa gagal rencana trip pertamaku. Tapi aku yakin, Tuhan menjawab mimpiku. Alhamdulillah, tepat akhir Februari semua urusan kelulusan dan wisuda sudah beres. Thanks God!!!
Tiket pp sudah ditangan, itinerary sudah fix, packing sudah beres, dan ransel sudah siap. Yes, mimpi itu benar-benar terwujud untuk pertama kalinya. It was my first amazing trips to abroad ever.
Meskipun dengan panduan buku tersebut dan beberapa sumber lain, tapi aku dan 2 orang travelmates-ku melalui rute berbeda dengan Mbak CK a.k.a Claudia Kaunang. Kalau Mbak CK dengan rute Jakarta-Bangkok dan Singapura-Jakarta. Sedangkan kami justru sebaliknya. Jakarta-Singapura dan Bangkok-Jakarta. Do you know why? Karena pada saat kami membeli tiket, tiket murah yang kami dapat adalah dengan rute seperti itu untuk bulan Maret 2012. Jakarta-Singapura via Tiger Airways Rp 250.000,- dan Bangkok-Jakarta via Air Asia Rp 699.000,- (yang ini lumayan mahal), jadi total tiket PP Rp 250.000,- + Rp 699.000,- = Rp 949.000,- Nah, selain itu kami juga membeli tiket Phuket-Bangkok via Air Asia Rp 300.000,- lumayan murah sih menurutku. Tapi, memang lebih murah naik bus. Hanya saja kami tak ingin berada selama 12 jam di bus. Karena lama perjalanan Phuket ke Bangkok sekitar 12 jam, sedangkan dengan pesawat hanya 1,5 jam (ya iyalah, naik pesawat). Well, total tiket pesawat Rp 250.000,- + Rp 699.000 + Rp 300.000,- = Rp 1.249.000,-
Padahal berangkat 3 bulan kemudian, tapi selama 3 bulan itu juga aku merasa sangat excited. Selain membuat itinerary, aku juga harus meyelesaikan tugas akhirku. Pokoknya aku usahain gimana caranya aku bisa sidang di bulan Januari. Kalau tidak, bisa gagal rencana trip pertamaku. Tapi aku yakin, Tuhan menjawab mimpiku. Alhamdulillah, tepat akhir Februari semua urusan kelulusan dan wisuda sudah beres. Thanks God!!!
Tiket pp sudah ditangan, itinerary sudah fix, packing sudah beres, dan ransel sudah siap. Yes, mimpi itu benar-benar terwujud untuk pertama kalinya. It was my first amazing trips to abroad ever.


yuhuuu...salam kenal!!!
BalasHapussok dah yakin sayah,skr temen2 yg dulu pd ogah2an bwt diajak travelling pasti pada sirik n mupeng. sayah juga kyk gituh.ada temen yg katanya sayang aja bagi dia bwt ngabisin duit utk travelling,sampe akhirnya kusodorin buku The Naked Traveller koleksi ku n guess what??!!! dia ngajak bwt ngebolang!! hahaha..yah walopun cuma sekitaran jkt n jawa barat siih..tp setidaknya hatinya sudah teracuni,muahahahha....
haha,,,iya bener, setelah aku cb ngegembel dan aku cerita ke mereka, mereka akhirnya terprovokasi juga pengen nggembel :D
BalasHapusPokoknya gausah peduli apa kata org, selama masih dalam hal wajar untuk mengejar mimpi, kenapa enggak..
Salam kenal yak :)
lanjuuut....masih belum bsa kluar negri..:-(
BalasHapuskunjungan pertama, salam kenal...